Punya Banyak Pinjaman? Begini Cara Mengelolanya Supaya Keuangan Aman

Punya Banyak Pinjaman? Begini Cara Mengelolanya Supaya Keuangan AmanPinjaman bisa jadi kawan ataupun lawan tergantung dengan bagaimana cara kita mengelolanya. Peminjaman yang jumlahnya terlampau banyak bisa jadi warning tersendiri yang cukup serius bagi kondisi keuangan pribadi. Apabila tidak diimbangi dengan keahlian mengelola keuangan yang mumpuni dan jumlah penghasilan yang cukup, tentu kondisinya akan semakin parah.

Jika kamu saat ini merasa penghasilan bulanan sudah terlampau banyak dikeluarkan untuk bayar cicilan, mungkin sekarang saatnya kamu berpikir sejenak dan coba mulai melakukan hal-hal berikut ini:

Catat Semua Jumlah Utang Secara Rinci

Apa pun jenis utangnya, baik peminjaman uang ataupun kredit barang, umumnya kreditur atau peminjam akan diingatkan oleh lembaga kredit yang bersangkutan ketika waktu jatuh tempo bulanan angsuran akan tiba. Nah, sekarang, jangan lagi bertumpu semata hanya pada notifikasi atau peringatan dari lembaga kredit. Kamu perlu mencatat semua jumlah utang yang dimiliki saat ini secara rinci, mulai dari jumlah angsurannya, sisa tenor, hingga biaya tambahan lainnya yang menyertai. Mencatat akan membantu kamu mengingat dan lebih waspada terutama terkait tanggal jatuh tempo yang bisa bikin kamu kena denda kalau sampai terlambat bayar.

Dahulukan Membayar Tagihan yang Jatuh Temponya Paling dekat

Apabila jumlah utang semua sudah dicatat, maka lihat tanggal jatuh temponya dan hubungkan dengan tanggal kamu menerima gaji atau penghasilan bulanan. Dari catatan tersebut, utamakan membayar tagihan utang yang jatuh temponya paling dekat, bukan yang jumlah cicilannya paling besar. Ketika ada utang yang angsurannya sudah hampir lunas, misalnya tinggal 2 bulan lagi, maka jangan berpikir bahwa beban kamu sudah berkurang sebab kamu mungkin akan tergiur untuk mengambil cicilan atau peminjaman berikutnya. Sebaliknya, pikirkan bahwa beban utang kamu masih ada 2 bulan lagi. Biasanya, mendekati masa-masa lunas, marketing dari lembaga kredit akan menghubungi kamu untuk menawarkan peminjaman lainnya atau melakukan top up dari sisa beberapa bulan lagi tersebut. Tahan-tahan godaan, ingat, bebanmu masih sisa, belum selesai.

Setop Berutang Apabila Jumlahnya Sudah Memakan 30% dari Total Penghasilan

Selain mengutamakan tagihan yang jatuh temponya paling dekat, kamu juga wajib memperhatikan jumlah keseluruhan angsuran yang harus kamu bayar per bulan dari daftar yang sudah dibuat. Jika jumlahnya sudah mencapai atau bahkan melebihi 30% total penghasilan bulananmu, maka wajib bagi kamu untuk sementara setop berutang dan fokus pada cicilan yang masih harus diselesaikan sesuai masa tenornya masing-masing. Beberapa pakar finansial mengungkap bahwa 30% termasuk persentase kritis jumlah utang terhadap total penghasilan.

Contohnya, jika penghasilan bulananmu sebesar Rp 10 juta, sementara uang yang kamu keluarkan per bulan untuk bayar cicilan jumlahnya mencapai Rp 3,5 juta. Artinya, jumlah ini sudah mencapai 35% dari penghasilanmu. Agar keuangan tetap aman sentosa dan tidak ada kebutuhan pribadi yang terbengkalai, terutama kebutuhan primer, jangan menambah beban utang lagi apabila beban utangmu yang sebelumnya belum terlunasi.

Butuh Dana Darurat? Pastikan Hanya Ajukan Pinjaman ke Lembaga Keuangan yang Suku Bunganya Paling Rendah

Bagaimana jika jumlah utang sudah melebihi 30% total penghasilan, tetap butuh dana darurat karena tidak ada tabungan? Nah, apabila mengalami kondisi ini, kamu sebaiknya tetap tenang dan tidak gegabah untuk langsung pinjam sana sini. Apalagi pinjam ke lembaga keuangan atau bahkan fintechyang suku bunganya bisa mencapai 30% per bulan.

Untuk dana tambahandarurat yang bisa cair cepat, misalnya untuk kebutuhan berobat, kamu bisa andalkan aplikasi Kredivo yang suku bunganya hanya 2,95% per bulan dengan tenor pengembalian maksimal hingga 6 bulan.

Ada dua fitur yang tersedia di aplikasi Kredivo: pinjaman mini dan jumbo. Untuk mini, kamu bisa pinjam minimal Rp 500 ribu dengan tenor pengembalian maksimal 30 hari. Sementara untuk jumbo, kamu bisa pinjam minimal Rp 1 juta dengan pilihan tenor pengembalian 3 bulan atau 6 bulan. Besaran maksimal yang bisa kamu ajukan untuk pinjaman jumbo tergantung pada ketersediaan limit kreditmu untuk tenor 6 bulan. Apabila kamu mendapat limit Rp 20 juta dari Kredivo dan tersedia Rp 10  juta untuk tenor 6 bulan, maka jumlah maksimal yang bisa kamu ajukan adalah sebesar Rp 10 juta.

Cara apply di Kredivo juga cukup mudah selama kamu sudah daftar dan punya limit di akun Kredivo. Kamu bisa langsung masuk ke menu “Layanan” dan salah satu fitur (mini atau jumbo)  untuk mencairkan limit jadi dana tunai. Isi form yang tersedia mulai dari tujuan peminjaman, besaran dana, dan nomor rekening pribadi, pengajuan peminjamanmu akan segera diproses dan bisa cair dalam hitungan menit atau maksimal 1 hari kerja.

Fitur ini hanya tersedia bagi nasabah yang mendaftar Akun Premium. Saat daftar di aplikasi Kredivo, kamu akan diberi dua opsi akun, yaitu Akun Basic dan Akun Premium. Pastikan memilih Akun Premium kalau kamu mau dapat limit lebih besar hingga menggunakan fitur pinjaman tunai.

Berikut ini adalah persyaratan utama untuk daftar akun Kredivo:

  1. Kamu sudah berusia minimal 18 tahun ke atas,
  2. Berpenghasilan minimal Rp 3 juta per bulan,
  3. Berdomisili di Jabodetabek, Bandung, Surabaya, Medan, Palembang, Semarang, Bali, Yogyakarta, Solo, Malang, Makassar, Cirebon, atau Sukabumi.

Siapkan KTP, akun internet banking untuk bukti penghasilanmu, dan 1 akun merchant online yang sudah ada alamat dan riwayat transaksinya sebagai bukti domisili. Kemudian, ikuti instruksi pendaftaran yang ada di akun Kredivo. Kamu juga akan diminta untuk mengisi form data diri dan foto selfie sebagai identitas tambahan. Nggak pakai lama, proses approvalnya apabila sudah mengikuti instruksi pendaftaran dengan benar dan submit hanya memakan waktu maksimal 1 x 24 jam saja. Setelah itu kamu akan langsung mendapat notifikasi dan sejumlah limit kredit apabila pendaftaran diapproved.