Kapan Waktu yang Tepat Dilakukan Induksi Persalinan?

Kapan Waktu yang Tepat Dilakukan Induksi KehamilanPada umumnya, proses kehamilan selalu diakhiri dengan persalinan. Sebelum Ibu melahirkan, selalu ada induksi pada persalinan yang akan mempercepat persalinan. Induksi adalah salah satu proses stimulasi agar rahim terangsang untuk berkontraksi. Proses induksi dilakukan sebelum terjadinya induksi alami.

Meskipun induksi pada persalinan sangat bermanfaat, tetapi prosedur ini harus dilakukan oleh orang yang ahli dibidangnya. Dalam dunia ilmiah, belum diterangkan cara alami yang dapat merangsang induksi persalinan. Namun, apakah ada alasan utama mengapa induksi perlu dilakukan? Begini penjelasannya.

Jadwal waktu kelahiran bayi selalu di pantau oleh dokter. Ketika tanggal perkiraan telah lewat bahkan sampai lebih dari dua minggu maka total kandungan sudah mencapai 42 minggu. Dokter akan melakukan induksi pada kandungan supaya terjadi persalinan. Jika tidak dilakukan induksi, akan dikhawatirkan kemunculan komplikasi pada bayi sehingga makin tinggi risiko persalinan. Dalam hal ini, feses bayi apabila tertelan dapat  mengganggu sistem pernapasan bayi.

Kondisi yang Mengharuskan Induksi Persalinan

Ada bebeberapa kondisi dimana induksi persalinan harus dilakukan agar tidak membahayakan janin dan ibunya. Berikut kondisi yang mengharuskan tindakan medis ini dilakukan;

Ketika belum terasa kontraksi padahal air ketuban (amnion) sudah pecah

Ketuban yang sudah pecah akan berisiko besar bagi bayi. Hal ini fungsi utama ketuban adalah melindungi bayi dari guncangan. Oleh karena itu, jika Anda hanya menunggu terjadinya kontraksi, dikhawatirkan akan membahayakan bayi. Maka dokter akan menyarankan agar dilakukan operasi Caesar. Namun, jika memungkinkan, dokter akan menawarkan induksi pada persalinan.  Ada beberapa hal yang dipertimbangkan untuk dilakukan induksi mengingat perbedaan usia kehamilan yaitu

Apabila pecahnya ketuban di usia kehamilan yang belum mencapai 34 minggu. Perlakuan induksi akan dilakukan apabila ada faktor yang mengharuskan terjadinya induksi.

Apabila air ketuban pecah setelah tercapai usia kehamilan 34 minggu. Secara umum, dokter akan menawarkan induksi atau manajemen persalinan. Dengan ini, dokter akan memantau kondisi bayi Anda di dalam rahim. Apabila kondisi bayi baik dan aman untuk Ibu dan anak, persalinan dapat dilakukan dalam kondisi normal.

Sebelum memilih, hendaknya Anda berdiskusi dengan dokter terlebih dahulu. Hal ini karena bayi yang diahirkan sebelum kehamilan tercapai 37 minggu, akan lebih rentan terkena gangguan kesehatan akibat terlahir prematur.

Ketika Anda mengalami gangguan kesehatan

Penyakit yang diderita Ibu misalnya hipertensi (tekanan darah tinggi) atau diabetes dapat berdampak pada kondisi baik psikis maupun fisik dan pertumbuhan / perkembangan bayi. Oleh karena itu, dokter akan menawarkan induksi agar bayi tidak ikut berdampak.

Ketika kandungan melebihi batas waktu yang diperkirakan

Apabila waktu perkiraan bersalin melebihi waktu 42 minggu, tetapi Ibu belum ada tanda melahirkan, maka dokter akan menawarkan induksi. Hal ini agar bayi tidak berisiko meninggal di dalam kandungan dan menghindari masalah lain yang membahayakan bayi dan Ibu.

Demikian mengenai kapan dokter akan menawarkan induksi pada persalinan. Induksi persalinan dapat menjadi solusi pada bayi yang lama dalam kandungan.