Jangan Panik Bila Menemukan Biduran pada Anak, Lakukan ini Segera!

Biduran pada AnakPara ibu, apalagi yang baru pertama kali memiliki anak, pasti akan panik dan takut ketika menemukan kulit anaknya yang biasanya sangat mulus, halus, dan kenyal tiba-tiba berubah menjadi kemerahan dan gatal. Biduran pada anak memang sering membuat panik orang tua yang melihat anaknya menangis karena tidak nyaman dengan kulitnya. Duh!

Sebelum membahas lebih jauh, mari kita pahami dulu apa sebenarnya biduran itu. Biduran atau urtikaria dalam bahasa medis adalah suatu reaksi pada kulit yang muncul seperti bilur berwarna putih atau merah dengan rasa gatal yang sangat mengganggu. Bahkan terkadang juga muncul rasa perih dan menyengat.

Bilur atau ruam ini bisa muncul di beberapa bagian tubuh, seperti: wajah, lidah, bibir, telinga, tenggorokan, kaki, tangan, dan badan. Gejala ini muncul bergantung pada tingkat keparahannya. Ada yang hanya beberapa jam saja hingga sembuh, tetapi ada juga yang bertahan hingga beberapa hari.

Apabila biduran ini bertahan hingga kurang dari enam minggu maka masuk pada klasifikasi urtikaria akut. Tetapi apabila hingga lebih dari enam minggu dan kerap kambuh dalam kurun waktu beberapa bulan hingga tahun maka bisa disebut sebagai urtikaria kronis. Pada tahap kronis, ada kemungkinan bahwa ini gejala penyakit lupus atau tiroid.

Penyebab terjadinya biduran bisa bermacam-macam. Contohnya: infeksi virus flu, alergi terhadap obat, alergi makanan, bahan lateks atau karet, bahkan gigitan serangga pun bisa memicu urtikaria akut. Sedangkan di level kronis, tidak semua pemicunya bisa dideteksi. Sekalipun telah diperiksa menggunakan uji alergen maupun IgE spesifik, tetap saja sulit diketahui penyebab pastinya.

Anda bisa lakukan hal-hal ini apabila terjadi biduran pada anak:

Memandikan dengan air dingin

Langkah pertama untuk mengurangi alergen yang mungkin masih menempel adalah dengan cara mandi. Air dingin akan memberi efek nyaman pada gatal, sehingga sangat disarankan untuk tidak menggunakan air hangat. Untuk memberi efek yang lebih menenangkan, bisa juga ditambah kompres dingin. Losion dengan kandungan Calamine juga disarankan untuk mengurangi gejalanya.

Hindari pakaian ketat

Pakaian ketat bisa memperparah biduran yang ada. Lebih baik berikan kaus yang longgar dengan bahan lembut dan nyaman agar tidak memperparah gatalnya.

Obat antihistamin oral

Langkah terakhir yang dapat ditempuh apabila dua poin di atas tidak membantu sama sekali adalah dengan memberinya obat minum antihistamin. Terlebih apabila anak terus-menerus menangis karena tidak nyaman, lakukanlah opsi ini.

Semoga setelah menerapkan tiga hal di atas, biduran pada anak Anda dapat segera sembuh dan semua akan baik-baik saja. Namun jangan ragu untuk membawanya ke dokter atau rumah sakit terdekat apabila muncul gejala seperti ini:

Gangguan pernapasan

Apabila anak Anda tak hanya mengalami gatal-gatal tetapi juga diikuti dengan sesak napas, wajah dan lidah membengkak, atau bahkan sampai pingsan, segera bawa ke rumah sakit. Kemungkinan anak Anda mengalami syok anafilaktik. Reaksi alergi ini bisa berpotensi fatal untuk penderitanya.

Obat tidak membawa pengaruh apa-apa

Kalau setelah minum obat tetapi masih mengeluh tidak nyaman, mungkin anak Anda membutuhkan penanganan lanjutan dari dokter.

Gejala tidak hilang selama seminggu

Terkadang, meski jarang terjadi namun ada, anak tidak terganggu dengan gatalnya, tetapi ruamnya tidak hilang bahkan hingga seminggu. Bawa ke dokter untuk penanganan lebih lanjut.

Seperti itulah hal-hal yang perlu Anda ketahui terkait biduran pada anak. Meski sepintas terlihat menyeramkan dengan ruam merah yang gatal, tetapi sebetulnya ada pertolongan pertama yang bisa Anda berikan untuk mengurangi gejalanya. Yang terpenting adalah, jangan panik dan tetap berpikir jernih dalam mengatasi penyakit ini.