5 Strategi Sektor Pangan ala Jokowi Ma’ruf Amin

Strategi Sektor Pangan ala Jokowi Ma'ruf AminMenyongsong pemilihan presiden tahun 2019, pasangan Jokowi Ma’ruf Amin melakukan beberapa kali pembenahan. Salah satu sektor yang dibahas dan dipersiapkan menjadi visi dan misi 5 tahun mendatang adalah sektor pangan. Sektor ini menjadi perhatian khusus pasangan Jokowi Ma’ruf Amin untuk menyejahterakan masyarakat Indonesia.

Memang, sektor pangan termasuk salah satu yang paling penting karena langsung tertuju pada hajat hidup dari masyarakat. Setiap masyarakat senantiasa mendambakan adanya ketersediaan pangan yang stabil, harga pangan yang murah dan gizi yang terpenuhi. Jika ditilik, maka masih cukup banyak daerah di Indonesia yang kekurangan dalam hal pangan.

Dalam keterangan yang disampaikan, pasangan Jokowi Ma’ruf Amin membeberkan beberapa strategi yang akan dijalankan pada sektor pangan. Adapun strategi tersebut ialah sebagai berikut:

  • Memperbaiki infrastruktur pertanian

Pemerintahan Joko Widodo akan menggelontorkan dana desa dalam jumlah yang cukup banyak. Menurut pengakuan, setiap desa akan mendapatkan dana pembangunan hingga 1 miliar per tahun. Proyek ini sebenarnya sudah dilakukan di pemerintahan sebelumnya dan akan dilanjutkan.

Joko Widodo mengaku bahwa hingga saat ini sudah sekitar 187 triliun dana dikeluarkan untuk melakukan pembangunan yang ada di desa dengan cukup maksimal. Pembangunan yang sudah dilakukan tersebut sudah menghasilkan jalan sepanjang 191.000 kilometer dan juga 58.000 unit irigasi.

Banyaknya irigasi akan memberikan jaminan ketersediaan air untuk daerah pertanian sehingga pertanian tidak akan kekurangan air. Selain itu, jalan yang sudah dibuat di pedesaan tersebut akan memudahkan pengiriman barang sehingga panen bisa langsung terdistribusi dengan baik.

  • Pengurangan impor

Impor bahan pangan masih menjadi salah satu PR yang besar bagi pemerintah. Kebutuhan yang banyak terkadang tidak bisa dipenuhi oleh produksi dalam negeri. Inilah hal yang menyebabkan impor harus dilakukan. Akan tetapi, pasangan Jokowi Ma’ruf Amin memiliki komitmen untuk mengurangi jumlah impor pangan tersebut.

Masalah impor ini akan dituntaskan dengan peningkatan produksi dalam negeri. Dalam hal ini, untuk meningkatkan produksi bahan pangan, maka pemerintah akan memberikan bibit unggul kepada para petani dan memenuhi kebutuhan akan pupuk dan lainnya. Dengan demikian, maka produksi dalam negeri bisa ditingkatkan.

Selain itu, masalah impor juga dipengaruhi dari kebijakan yang dibuat oleh pemerintah sendiri. Dalam hal ini, pemerintah Joko Widodo akan berupaya untuk menutup keran impor yang tidak perlu dan tidak menutup kemungkinan untuk memutus rente yang sangat mengganggu dalam proses impor tersebut.

  • Mengatasi masalah kebakaran lahan

Masalah kebakaran lahan juga menjadi sorotan penting terkait sektor pangan. Kebakaran lahan yang banyak terjadi di beberapa daerah sangat mengganggu karena mengakibatkan polusi asap yang sangat kentara.

Masalah ini terjadi karena pembukaan lahan yang dilakukan dengan cara illegal. Dalam hal ini, pemerintah Joko Widodo akan melakukan revitalisasi lahan dan juga mengatur ketentuan yang lebih aman untuk pembukaan lahan. Tentu, membuka lahan dengan cara membakar lahan akan dilarang.

  • Pemberian pinjaman modal

Pemerintah akan menyediakan bantuan pinjaman modal untuk para penguasa pangan. Masalah modal memang sangat penting karena merupakan roh dalam bisnis yang dijalankan. Seringkali, pengusaha bahan makanan mengalami kekurangan modal yang berdampak pada macetnya bisnis yang mereka jalankan.

Dalam hal ini, ada program khusus mengenai bantuan modal untuk para pengusaha sektor pangan. Selain melalui PKH, pemerintah juga memiliki program PNM yang bisa dimanfaatkan para pengusaha sektor pangan untuk mendapatkan bantuan modal.

  • Mitigasi bencana

Strategi lain yang diterapkan pasangan Jokowi Ma’ruf Amin dalam sektor pangan adalah mitigasi terkait bencana. Bencana memang merupakan hal yang tidak bisa ditolak. Akan tetapi, dampak bencana bisa diminimalkan sedemikian rupa. Dalam hal ini, pemerintah akan memberikan pelatihan penanganan bencana, terutama yang mengancam kedaulatan dalam sektor pangan.

Dengan adanya pembekalan tersebut, maka masyarakat cenderung akan lebih siap untuk menghadapi bencana yang mungkin terjadi. Selain itu, bencana juga tidak akan memberikan dampak yang terlalu buruk bagi masyarakat.

Program-program tersebut dibawa Jokowi Ma’ruf Amin untuk menghadapi kontestasi politik tahun 2019 yang cukup memanas akhir-akhir ini. Dengan program tersebut diharapkan pasangan incumbent ini akan mendapatkan suara mayoritas dari para pemilih.