4 Pertimbangan sebelum Mengajukan KTA untuk Kebutuhan Sekolah Anak

4 Pertimbangan sebelum Mengajukan KTA untuk Kebutuhan Sekolah Anak

Pendidikan di sekolah merupakan kebutuhan wajib untuk anak Indonesia di mana pun berada. Hampir mustahil, dengan keterbatasan waktu yang dimiliki, orang tua bisa mendidik anak-anak secara maksimal di rumah. Sebelum mengajukan pinjaman tanpa agunan gara-gara mengalami kebuntuan ekonomi, lebih baik Anda pertimbangkan 4 hal ini dulu.

1. Periksa Kembali Kesungguhan Anak dalam Belajar

Pertimbangan ini tentu membutuhkan kepekaan tertentu. Terutama kalau sebagian besar waktu Anda digunakan untuk bekerja dan melakukan aktivitas di luar. Amat disayangkan jika sudah mengajukan KTA dan dana cair, rupanya si anak tidak begitu serius dalam belajar di sekolah maupun di rumah. Seorang jenius saja butuh belajar, bukan?

Cara memeriksanya tidak perlu melihat langsung. Tanyakan saja pada teman-teman sesekolahnya. Bagaimana si anak ketika di sekolah. Kemudian saat dia berada di rumah, lemparkan beberapa pertanyaan untuk menguji hasil belajarnya. Dengan begitu, saat punya keinginan untuk mengambil KTA pun lebih semangat. Begitu pula dalam pekerjaan Anda.

2. Ketika Anak Hampir Lulus Sekolah

Hal yang paling membahagiakan untuk orang tua adalah ketika melihat anak-anak bahagia. Termasuk saat bisa merayakan kelulusan dengan nilai terbaik. Baik dari segi akademis maupun mental. Sayangnya, ada pula saat-saat yang tidak terduga ketika anak hampir lulus. Misal tiba-tiba saja uang banyak dihabiskan untuk renovasi rumah yang rusak dan lainnya.

Padahal, si anak ingin sekali lulus dan melanjutkan sekolah ke tataran yang lebih tinggi. Kalau kasusnya begini, solusinya dengan mengajukan pinjaman tanpa agunan. Tapi jangan bilang-bilang pada anak. Biar fokus belajar menjelang ujian. Soal pinjaman tersebut lebih baik disimpan saja sendiri. Demi masa depan yang cerah untuk anak-anak.

3. Ketika Anak Ingin Ikut Study Tour Sekolah

Setiap tahun, selalu saja ada acara study tour sekolah. Mulai dari TK, SD, SMP, hingga SMA. Acara tersebut digelar pada waktu yang berbeda-beda. Umumnya sih ketika anak-anak sudah berada di kelas 2 SMP/SMA. Kalau untuk yang SD dan TK hampir tiap tahun. Kadang-kadang ditaja untuk merayakan kelulusan anak-anak.

Tujuan study tour itu untuk me-refresh pikiran anak-didik di sekolah sekaligus memberikan pengalaman baru untuk mereka. Tapi sekolah tidak mewajibkan anak untuk turut-serta. Oleh karena itu, apabila Anda dan anak sepakat untuk tidak ikut, lakukan saja. Kalau mau ikut dan kebetulan kantong tengah mengering, baru ajukan KTA. Toh, dana minim pun bisa cair.

4. Mengajukan KTA untuk Keperluan Beli Buku-Buku

Banyak orang tua menganggap, bahwa buku yang disediakan oleh sekolah itu sudah mencukupi kebutuhan intelektual si anak. Nyatanya, banyak di antara anak-didik dalam sekolah itu justru lebih sering mengabaikannya. Alasannya sederhana saja, sebab tidak terlalu menarik dan cenderung kurang lengkap. Jadi, kita harus berinisiatif beli buku-buku di luar.

Jika kebetulan belum gajian dan perlu buku dalam jumlah banyak, tentu opsi pinjaman tanpa agunan bisa dipilih. Untuk menerapkan hal ini, tentu Anda sudah tahu lebih dulu materi yang diajarkan di sekolah dengan cara mendampinginya tiap kali belajar di rumah. Dengan itu, Anda pun lebih tahu buku mana saja yang bisa digunakan sebagai pendukung.

Salah satu tugas dari pendidikan sekolah yang diemban dari dulu hingga sekarang adalah menerapkan salah satu ciri khas UUD 1945. “Mencerdaskan kehidupan bangsa”. Sedangkan tugas Anda adalah mencerdaskan kehidupan anak. Lewat pinjaman tanpa agunan, misalnya dari Tunaiku yang dinaungi oleh Amar Bank, maka pendidikan anak pun senantiasa lancar.