Tujuan Melakukan Pengelola Wakaf Produktif

Pengelolaan wakaf ialah kepengurusan yang memberi pembinaan pada pelayanan terhadap harta yang sudah diwakafkan. Tujuannya sudah pasti untuk mendapatkan manfaat yang sebesar mungkin untuk tujuan yang sudah ditentukan pada harta tersebut. Tugas dari pengelola wakaf ialah meningkatkan kelayakan produksi hingga mencapai target ideal untuk memberikan manfaat yang sebesar mungkin. Bukan hanya sekedar meraup untung, pengelola pun harus menjaga pokok harta wakaf dengan mengadakan pemeliharaan serta penjagaan entah dalam menginvestasikan harta wakaf sehingga nilainya tidak mengalami perubahan.

Sesudah memperoleh keuntungan, tugas dari pengelola wakaf produktif tidak sampai di sana, namun keuntungan harus didistribusikan pada program sosial atau pun program yang sudah ditentukan sejak akad wakaf, distribusi ini bisa menjadi lebih baik apabila pengelola asset wakaf dipisahkan dengan pengelola distribusi, ini adalah tuntutan pada pengelola wakaf sehingga bisa bekerja dengan transparan dan profesional. Bila semua skema berjalan dengan baik dan lancar, pengalaman tersebut hendaknya disosialisasikan pada masyarakat, harapannya agar pendistribusian keuntungan akan menarik perhatian masyarakat dan ikut mewakafkan hartanya dengan bentuk wakaf produktif sehingga wakaf akan terus berkembang.

Tujuan Melakukan Pengelola Wakaf Produktif

Contohnya di atas wakaf berdiri sebuah masjid berlantai dua dan berlokasi di kawasan elit. Pada lantai satu dapat disewakan untuk resepsi pernikahan serta pertemuan sedangkan untuk lantai dua dapat digunakan untuk ibadah. Pemberdayaan tanah tersebut seperti merancang gedung bisnis dengan lantai 10 yang mempunyai level setara dengan gedung yang berada di sekitarnya, properti tersebut bisa disewakan dengan harga yang menarik untuk meringankan pelaku bisnis, namun diikuti dengan perjanjian tertentu, hal demikian mungkin diwujudkan dibawah naungan nazhir wakaf yang profesional. Potensi dari wakaf uang sebenarnya bisa begitu besar apabila dikelola dengan baik.

Jika dana diserahkan pada pengelola profesional dan diinvestasikan pada sektor produktif, hasil investasi bisa disalurkan untuk membantu kaum dhuafa serta kepentingan umat. Dengan wakaf produktif, jumlah uang tidak menjadi berkurang namun terus bertambah. Dampak positifnya, mulai terbit undang-undang mengenai wakaf. Banyak perbankan syariah serta lembaga pengelola wakaf, meluncurkan produk yang bisa menghimpun dana wakaf uang.

Banyaknya lembaga-lembaga tersebut sudah banyak membuat program untuk mewujudkan keadilan sosial yang dihasilkan dari investasi seperti pembentukan rumah sakit, kampung peternakan, sekolah yang berpotensi mengembangkan wakaf uang untuk membangun kesejahteraan masyarakat secara luas. Program yang sudah dicanangkan oleh lembaga wakaf yang berada di Indonesia dengan mengelola dana wakaf adalah upaya agar harta wakaf menjadi berkembang, manfaat ekonomi serta sosialnya. Contohnya, menghimpun uang pada tabungan wakaf yang hasil pengelolaannya disalurkan pada bidang ekonomi, pendidikan, bidang sosial. Bukan hanya itu, pengelolaan yang didapatkan disalurkan pada bidang pendidikan serta kesehatan. sebenarnya banyak lembaga di Indonesia yang berusaha mengelola wakaf uang dengan produktif sesuai dengan undang-undang dan peraturan.