‘Saracen’ Dalang Di Balik Konten Kebencian di Internet

Berita terbaru hari ini mengungkapkan bahwa yang namanya penyebaran kebencian dalam dunia internet merupakan pesanan seseorang. Dan yang melakukanya adalah kelompok orang yang terorganisir dengan baik. Itulah mengapa konten kebencian dalam internet begitu cepat sekali menyebar. Sungguh ironis sekali sebenarnya. Dibalik perkembangan teknologi yang begitu positif, harus dinodai dengan hal semacam ini.

Sekelompok orang dengan sengaja mendirikan sebuah jasa yang bergerak untuk menyebarkan kebencian dalam konten internet. Entah itu melalui blog, media sosial, website, komentar dan lain sebagainya. bentuknya juga beragam, bisa dalam bentuk video, artikel, foto, gambar dan lainya. Semuanya di kemas demi menyerang kelompok atau orang tertentu dan menjatuhkanya.

Adalah kelompok bernama “Saracen” yang baru diungkap oleh pihak Satgas Patroli Siber Bareskrim Polri. Mereka di duga melakukan aksi penyebaran konten kebencian dan konten yang menjelekkan sebuah suku, ras, agama dan juga antargolongan (SARA). Dalam aksinya mereka sangat konsen dalam bidang media sosial. Kelompok tersebut terdiri dari JAS (32), MFT (32) dan SRN (32).'Saracen' Dalang Di Balik Konten Kebencian di Internet

Berroprasi Sejak 2015

Sudah sejak dua tahun yang lalu kelompok bernama “Saracen” diperkirakan telah melakukan aksi kotor tersebut. Mereka melakukanya dengan sangat rapi dan terarah. Sebab mereka memang terkenal sebagai ahli teknologi. Bahkan mereka telah memiliki ribuan akun yang digunakan untuk menyebarkan konten kebencian yang mereka produksi. Harga yang dipatot untuk jasa inipun tidak main-main, puluhan juta rupiah untuk sekali aksi.

Memang para pelaku masih menjadi tersangka di bareskrim, belum diputus pengadilan apakah mereka benar-benar bersalah. Apalagi menurut pengakuan salah seorang pelaku yang berinisial SRN yang disinyalir bernama lengkap Sri Rahayu Ningsih, (32), ia menampik semua tudukan yang dialamatkan kepadanya. Menurut dia, apa yang dilakukanya hanyalah hobi semata. Ia hanya hobi mengkritik saja. tidak terlibat sama sekali dengan kelompok tertentu penyebar kebencian sebagaimana yang dituduhkan pihak polisi.

Diduga, Begini Cara Pelaku Diduga Melakukan Aksinya

Menurut AKBP Susatyo Purnomo Kepala Sub Bagian Operasi Satuan Tugas Patroli Siber, penangkapan atas tersangka bernama SRN dilakukan pada tanggal 5 Agustus 2017. Diduga, SRN menyebarkan ujaran kebencian melalui akun Facebook miliknya. Setiap konten kebencian yang diproduksi pelaku dialamatkan pada sejumlah partai, ormas dan kelompok, serta hoax di sosial media lainya.

Penyidikan pun terus dikembangkan oleh pihak kepolisian. Hingga akhirnya pihak kepolisian menemukan fakta bahwa SRN ternyata diduga anggota Saracen sejak 2016. SRN bertugas sebagai koordinator sewilayah tertentu. Sementara tersangka lainya, JAS diduga Ketua Saracen dan MFT selaku Tim Media Informasi.

Dalam melakuan aksi mereka lebih banyak menggunakan media sosial. Sekalipun tidak hanya itu saja. mereka juga membuat website Saracennews.com. yang lebih menarik, mereka memiliki aku media sosial sebanyak 800.000 telah terhubung dengan jaringan Grup Saracen ini.

Untuk mendapatkan klien, saracen menyiapkan terlebih dahulu prososal mereka lalu diajukan kepada klien. Prososal tersebut berisi bagaimana cara kerja mereka dan berapa biaya yang harus ditanggung oleh pihak penyebar kebencian.

Sejauh ini polisi telah menyita berbagai alat bukti yang digunakan para pelaku. Beberapa bukti tersebut misalnya laptop, flasdisk, ponsel, adan lainya. Para pelaku akan dijerat dengan UU ITE sebagai tersangka atas dugaan penyebar kebencian melalui internet.

Sungguh sangat disayangkat ada kelompok yang memanfaatkan perkembangan teknologi dengan hal yang tidak baik. Semoga saja berita terbaru hari ini menyebutkan hal positif dari teknologi, bukan soal kebencian.