Pencari Uang Cepat Juga Harus Paham Resiko dan Pencegahannya

Ditengah kemajuan teknologi yang semakin pesat, banyak orang memanfaatkan berbagai cara untuk mendapatkan uang. Bahkan saat ini internet juga bisa membantu seseorang dalam mencari uang cepat dalam jumlah banyak. Baik itu suatu pekerjaan atau peminjaman uang, beberapa hal perlu diperhatikan agar tidak menjadi efek samping atau resiko dari datangnya uang secara cepat. Bukan hanya ketidaksiapan seseorang mendapat sejumlah uang, tetapi pengelolaan yang salah juga bisa menjadikan tambang besar untuk mendapat uang justru menjadi jurang yang menyebabkan kebangkrutan. Lalu, apa saja resiko dari uang cepat secara online maupun offline? Bagaimana pula cara mencegahnya?Pencari Uang Cepat Juga Harus Paham Resiko dan Pencegahannya

Resiko yang pertama yaitu kesalahan membuat skala prioritas. Yang dimaksud dengan skala prioritas adalah skala tentang bagaimana mengalokasikan hal – hal penting dengan skalanya menjadi prioritas. Agar tidak sampai mengalami kebangkrutan terutama jika meminjam sejumlah uang, seseorang harus memahami konsep skala prioritas. Skala prioritas dalam mencari uang cepat ada 4 jenis kebutuhan. Pertama, penuhi dulu kebutuhan paling mendesak dan primer misalnya perawatan rumah sakit, biaya pendaftaran sekolah dan makan. Kedua, penuhi kebutuhan sekunder yang mendesak seperti biaya SPP dan perbaikan rumah yang mengalami kerusakan. Ketiga, penuhi kebutuhan penting yang tidak mendesak seperti asuransi. Jika masih ada sisa, baru penuhi kebutuhan keempat yaitu kendaraan, perabot rumah, dan upgrading hal – hal lain.

Resiko yang kedua saat seseorang mendapat uang dari meminjam adalah tidak menyisakan sedikitpun biaya tambahan. Adakalanya beberapa sistem menuntut administrasi yang dibebankan pada pemohon. Selain itu, jika sudah mencari uang cepat seseorang juga cenderung menghabiskannya secara cepat pula. Agar hal ini tidak terjadi, segera sisihkan uang saat baru menerima pinjaman dan letakkan di tabungan. Simpan baik – baik uang tersebut dan setelah itu baru lakukan pembayaran atas tagihan – tagihan yang diperlukan. Jadi, sebagian uang tersebut bisa dipakai saat genting dan jika cicilan belum terbayar lunas sehingga tidak bisa meminjam lagi sampai cicilan terakhir.

Resiko ketiga sering muncul bagi orang – orang yang kerap merasa tidak tega dengan sahabat atau rekannya yang mengalami kesulitan. Meminjam untuk orang lain dapat diartikan sebagai proses hutang yang dilakukan atas nama seseorang tetapi sejatinya pemohon tidak melakukan hutang. Yang menjadi pemohon sebenarnya adalah orang lain yang ingin menggunakan nama pemohon. Memang, dengan ini seseorang bisa mencari uang cepat dan kilat. Tetapi sifat orang tidak ada yang bisa memprediksi. Jangan – jangan setelah uang didapatkan lalu hilang begitu saja. Tentu secara tertulis pemohon harus membayar cicilan jika tidak ingin berurusan dengan pihak kepolisian. Hal ini akan sangat merugikan. Agar tidak terjadi, jangan pernah menyetujui peminjaman uang untuk orang lain siapapun itu.

Resiko yang keempat yakni terlalu gegabah dalam meminjam. Adakalanya seseorang melakukan peminjaman pada suatu lembaga atau perusahaan agar bisa mencari uang cepat. Hal ini kadang dilakukan tanpa pertimbangan yang benar. Meskipun bisa diproses secara cepat, bisa jadi pinjaman di tempat lain lebih menguntungkan, misalnya cicilan lebih lama atau bunga yang ditawarkan lebih ringan. Dengan demikian, agar tidak sampai salah dalam menentukan ke mana pinjaman akan dimohonkan, sebaiknya lakukan dulu survei dari internet atau media lainnya yang memberikan informasi lengkap seputar bunga, jumlah cicilan, agunan dan sebagainya. Meskipun membutuhkan waktu lebih lama, hal ini akan mengurangi resiko salah jalan dan gegabah.