Masyarakat Awam Sudah Mulai Melek Politik

Politik seyogyanya tidak bisa dipisahkan dari kehidupan masyarakat dalam bernegara. Jalannya roda pemerintahan dan adanya wakil-wakil rakyat yang menempati kursi legislatif tidak terlepas dari proses politik. Indonesia merupakan negara demokrasi yang sudah mulai terkenal di seantero dunia. Banyaknya pemilihan langsung baik di tingkat pemerintahan dari mulai yang terbawah yaitu Bupati/Wali kota sampai dengan tingkatan teratas yaitu Presiden serta pemilihan wakil rakyat untuk menduduki kursi dpr dipilih secara langsung oleh rakyat. Indonesia mulai berbenah sejak era orde baru berakhir setelah terjadinya kerusuhan pada bulan mei tahun 1998 yang menyebabkan Presiden saat itu H.M Soeharto secara resmi mengundurkan diri akibat adanya tekanan dari hampir semua elemen masyarakat yang menginginkan lengsernya Presiden yang telah menjabat selama 30 tahun lebih.

Proses-proses tersebut termasuk kedalam ranah politik yang mau tidak mau jika ingin berkecimpung lebih jauh dalam ajang demokrasi tentu harus lebih mendalaminya. Bagi masyarakat yang ingin menjadi kepala pemerintahan misalanya, baik itu Bupati/Walikota, Gubernur sampai pemerintahan otomatis harus berada di partai politik menjadi kader ataupun anggota. Kalaupun tidak, minimal harus ada komunikasi dengan partai politik untuk dapat dicalonkan oleh partai tersebut. Tentunya orang yang di calonkan dan juga partai yang mencalonkan harus memenuhi kualifikasi dan juga perundang-undangan.

Demokrasi Politik

Masyarakat kalangan bawah dan masyarakat awam di indonesia kini sudah mulai melek politik karena informasi-informasi mengenai perkembangan politik bisa mereka dapatkan dari berita politik Indonesia yang ada di media televisi dan juga media cetak. Sehingga sekarang masyarakat sudah mulai cerdas dalam menentukan pilihan jika ada pesta demokrasi baik di tingkat Kota/Kabupaten. Provinsi dan juga nasional. Dengan mudahnya akses dalam mendapatkan berita politik untuk masyarakat bisa mengetahui bagaimana cara Kepala Pemerintahan dalam mengelola dan menjalankan roda pemerintahan.

Namun meskipun demikian, dengan banyaknya sumber informasi masyarakat harus bisa memilah apakah sumbner yang didapatkan tersebut bisa dipercaya kebenarannya atau tidak. Karena jika memakan mentah-mentah informasi tersebut bisa saja kan menyesatkan masyarakat dan pada ujungnya akan menimbulkan opini baru.