Hikmah Qurban Idul Adha untuk Anak Yatim Piatu

Kecintaan Rasulullah SAW pada anak yatim piatu begitu besar. Sebagai umat Islam, kasih sayang beliau terhadap anak yatim piatu hendaknya dirawat. Pernahkah Anda merasakan bagaimana kehidupan anak yatim piatu? Seperti itulah yang dirasakan oleh Rasulullah SAW ketika masih kecil sudah ditinggal kedua orang tua. Sejauh yang diketahui, inilah beberapa hikmah qurban Idul Adha untuk anak yatim piatu.

  1. Perbaikan Gizi

Beruntung, sekarang banyak anak yatim dan dhuafa yang dijaga sekaligus dirawat oleh yayasan setempat. Para pengasuh tidak hanya menolong dalam bentuk makanan, tetapi juga rajin memberi pendidikan moral sekaligus ilmu pengetahuan praktis. Merekalah para pahlawan tanpa tanda jasa. Tentunya untuk menghidupi anak-anak tersebut membutuhkan modal yang tidak sedikit.

Banyak di antara yayasan yang ada masih kekurangan dana. Bangunan yang kurang bagus. Belum lagi kondisi gizi anak yatim piatu yang perlu banyak perhatian. Untuk itulah, ketika Anda menyalurkan daging qurban kepada mereka, bukan hanya mereka yang senang, Rasulullah SAW dan Allah SWT juga akan senang dengan Anda.

Hikmah Qurban Idul Adha

  1. Meneruskan Perbuatan Mulia Rasulullah SAW

Kecintaan Rasulullah SAW terhadap yatim piatu besar dipengaruhi oleh pengalaman pribadi beliau. Beliau bisa merasakan bagaimana ketika lahir sudah tidak bisa melihat wajah ayah. Ketika umur belum genap 7 tahun, beliau juga kehilangan seorang ibu. Kalau Anda berada pada posisinya, apa yang akan Anda lakukan sebagai anak kecil?

Anak-anak yatim piatu memerlukan pendidikan dan kasih sayang dari orang dewasa. Ketika Rasulullah SAW bertemu dengan anak yatim piatu dan masih sangat kecil, beliau biasa mengusap kepalanya. Hal itu akan menentramkan hati siapa pun yang melakukannya. Mengusap kepala saja sudah menentramkan, apalagi disertakan dengan memberi daging qurban?

Tentu saja akan lebih dari sekadar tenteram. Jiwa Anda akan lebih terisi setelah membantu mereka yang secara fisik dan mental belum mampu. Kecintaan terhadap sesama juga akan meningkat drastis. Sebagaimana orang bijak berkata, “Kamu akan lebih bersyukur ketika memandang orang-orang yang hidup kekurangan, daripada orang kaya.”

  1. Mendapat Kedudukan Tinggi di Akhirat

Kedudukan yang tinggi di akhirat sangat diidam-idamkan oleh umat muslim. Bisa dibilang kesempatan langka di tengah-tengah zaman yang semakin rusak ini. Ketika banyak orang yang menginginkan mati, padahal kesempatan hidupnya masih panjang. Ketika banyak orang berlomba meninggikan gedung, padahal ketika mati yang diperlukan hanya satu lubang tanah.

Ketika banyak orang yang berorientasi pada dunia, Anda akan menjadi minoritas di akhir zaman yang sering dibicarakan oleh Rasulullah SAW. Orang yang berhasil menggenggam bara api di zaman akhir, dialah yang akan mendapatkan keutamaan dan keselamatan di akhirat. Tentu saja dengan landasan hati yang bersih dan ikhlas. Soalnya surga itu suci dan tidak kotor.

Membahagiakan anak yatim piatu sama dengan mengangkat derajat Anda di dunia maupun di akhirat. Kiranya begitulah hikmah qurban Idul Adha untuk anak yatim piatu. Mereka adalah anak-anak kecil yang belum berdaya. Generasi Islam sangat membutuhkan mereka agar semakin banyak tercipta pilar-pilar tokoh Islam di masa mendatang.