5 Peran Program Baznas untuk Atasi Kemiskinan di Berita Hari Ini

Peran Program Baznas untuk Atasi KemiskinanBaznas atau Badan Amil Zakat Nasional merupakan lembaga nonstruktural yang bertanggung jawab kepada Presiden secara langsung. Sejauh ini peranan Baznas sangat besar. Dalam berita hari ini, peran Baznas dibeberkan pada masyarakat agar semuanya bisa mengambil manfaat darinya. Memangnya apa saja peranan Baznas selama ini?

  1. Membangun Kesejahteraan Masyarakat

Meskipun selama ratusan tahun Indonesia dikenal sebagai negara yang kaya, tetap saja ada yang masih berstatus miskin. Ini wajar saja, soalnya banyak sendi-sendiri kehidupan yang rapuh. Ketika ada segolongan yang kurang mampu, empati antar golongan masyarakat sulit untuk muncul. Akibatnya, yang miskin tetap dalam keadaan miskin.

Oleh karena itu, Baznas dimunculkan sebagai wakil dari golongan masyarakat yang kurang empati tersebut. Bantuan untuk menyejahterakan masyarakat itu lewat pengelolaan dana zakat dengan sebaik-baiknya. Sesuai dengan undang-undang yang ditetapkan, Baznas juga mendapat pembiayaan dari APBN sebagaimana mestinya.

  1. Menyediakan Jaminan Sosial untuk 8 Asnaf

Delapan asnaf dikenal dalam Islam sebagai golongan yang berhak menerima zakat. Baznas membantu penyaluran zakat kepada golongan semestinya. Hal ini sudah diatur dalam Al-qur’an dan tidak bisa diubah-ubah lagi. Adapun para penerima yang sah itu antara lain golongan miskin, fakir, amilin, mualaf, gharimin, riqab, ibnu sabil, dan fisabilillah.

Soalnya ada di beberapa daerah yang tidak begitu memperhatikan distribusi dengan cara yang adil sesuai syari’at Islam. Akibatnya, ketimpangan sosial yang terjadi. Golongan yang harusnya dapat justru tidak. Begitu pula yang tidak seharusnya dapat malah dapat. Dengan tim yang profesional, Baznas pun berhasil menjembatani ketimpangan tersebut.

  1. Memberikan Penyuluhan Kerja Kreatif kepada Masyarakat

Dalam berita hari ini, Baznas juga aktif dalam memberikan penyuluhan kreatif pada masyarakat luas. Kenapa harus ada penyuluhan? Soalnya setiap hari persaingan bisnis senantiasa tinggi. Bahkan semakin tinggi. Siapa yang tidak lekas-lekas mengeluarkan inovasinya, maka akan tertinggal.

Sebagai contoh, pada era sekarang sudah banyak perusahaan maupun pabrik yang mulai memanfaatkan kecerdasan buatan. Tujuannya agar bisa meminimalisir biaya produksi. Tapi akibatnya banyak karyawan yang terkena PHK. Kalau sudah begitu, apakah yang Anda lakukan untuk mengatasi permasalahan tersebut?

Untuk itulah sebaiknya kita banyak baca berita hari ini yang berkaitan dengan kerja kreatif. Soalnya pekerjaan yang dilandasi dengan kreativitas tinggi tidak akan pernah pupus. Meskipun di-PHK, kita masih punya alternatif untuk bekerja di bidang lain. Hanya pikiran kreatif yang bisa bertahan di tengah gempuran inovasi demi inovasi.

  1. Menyalurkan Zakat lewat KLM (Konter Layanan Mustahik)

Penyaluran zakat ini ditujukan pada kaum dhuafa. Sedangkan bentuk santunannya itu secara langsung. Mulai dari pembiayaan hidup, sewa rumah, biaya pengobatan, biaya pendidikan, biaya transportasi, dan lainnya. Setiap tahunnya, penerima bantuan dari KLM Baznas tidak kurang dari 150 ribu orang. Bahkan lebih.

Pada tahun 2018, Baznas telah menginjak tahun ke-17. Setiap tahunnya, dana yang terkumpul selalu meningkat. Mulai tahun 2003 yang lalu, dana yang terkumpul sekitar 2 miliar. Kemudian tahun 2014, dana yang dikumpulkan mencapai 60 miliar. Tentu saja untuk tahun 2018 lebih banyak lagi.

  1. Membantu Korban Bencana Alam

Tidak hanya KLM, tetapi juga menyediakan bantuan berupa mitigasi bencana. Misalnya seperti korban akibat gempa bumi, banjir, kebakaran, longsor, dan lainnya. Tentu kita tidak bisa terus-menerus bergantung pada orang dermawan saja. Harus ada badan yang benar-benar bisa membantu keperluan masyarakat Indonesia dari berbagai lapisan.

Selain kelima peran tersebut, Baznas juga punya program beasiswa dan juga dana infak untuk anak negeri. Begitu banyaknya yang bisa dibantu oleh Baznas, setiap tahun namanya sering disebut-sebut media dan berita hari ini. Tentu saja dengan fakta ini, diharapkan akan muncul badan-badan sosial lainnya untuk menciptakan kesejahteraan yang lebih padu.