5 Kesalahan saat Mengurus Asuransi Perjalanan Terbaik

5 Kesalahan saat Mengurus Asuransi Perjalanan Terbaik

Baik perjalanan dalam negeri maupun luar negeri, peraturan dalam mengurus asuransi perjalanan terbaik itu sama. Tapi tentu saja peraturan itu harus berdasarkan standar kebijakan dari penyedia asuransi. Tujuannya agar selama perjalanan kebutuhan Anda terjamin. Biar pengurusan asuransi perjalanan lancar, hindari 5 kesalahan ini.

  1. Tidak Mengambil Jaminan Perluasan

Jaminan perluasan itu hampir sama dengan jaminan tambahan. Soalnya tidak semua kerugian selama perjalanan Anda itu berhak mendapatkan ganti rugi. Jadi untuk perkara klaim asuransi itu hanya untuk kerugian tertentu, semisal kecelakaan, TLO, maupun perlindungan all-risk. Soal bencana alam dan sebagainya itu masuk dalam jaminan perluasan.

Cara untuk mengambil jaminan perluasan cukup mudah, kok. Pada dasarnya mengurus asuransi itu sama dengan menabung untuk mendapatkan jaminan. Jadi harus nambah biaya preminya khusus Anda selaku pemegang polis asuransi. Penambahan biaya itu tetap dilakukan setiap bulannya. Tidak boleh diwakilkan.

  1. Tidak Mempedulikan Reputasi Perusahaan Asuransi

Reputasi merupakan syarat utama dalam pemilihan asuransi perjalanan dengan kualitas terbaik. Perusahaan asuransi dengan reputasi terbaik pasti tidak akan pernah menerima komplain dari nasabahnya. Lamanya perusahaan berdiri juga patut dipertimbangkan. Selain itu, Anda jangan mudah terkecoh dengan prestasi perusahaan tersebut. Kenapa?

Prestasi, apalagi dalam bentuk digital, biasanya mudah dibeli. Tapi tentu tidak semua prestasi itu hasil dari rekayasa. Perlu dicek ulang apakah prestasinya didapatkan dari penyelenggara kredibel atau tidak. Cek juga apakah proses verifikasi atau validasinya lengkap atau tidak. Semakin lengkap proses verifikasi identitas diri, maka semakin terjamin asuransinya.

  1. Asal-Asalan

Asal asuransi perjalanan itu sebetulnya kurang bagus. Perhatikan betul-betul poin nomor 2 tadi. Perusahaan asuransi mana pun pasti menginginkan banyak nasabah yang mendaftar asuransi. Oleh karena itu, tidak menutup kemungkinan kalau proses promosinya itu lewat iklan yang gencar dilakukan, baik via media sosial hingga via mesin pencari terkenal.

Asal-asalan di sini bukan hanya dalam memilih perusahaan, tetapi juga saat memilih produknya. Dalam asuransi perjalanan itu banyak sekali produk yang ditawarkan. Misalnya tentang kecelakaan, hilangnya barang dalam bagasi, perawatan darurat, dan lain-lain. Pilih yang benar-benar Anda butuhkan, bukan berdasarkan tren saja.

  1. Tidak Memperhatikan Larangan Minum Alkohol dan Sejenisnya

Mungkin di Indonesia jarang yang minum alkohol ketika dalam perjalanan. Tetapi dalam ruang lingkup dunia, budaya minum alkohol sudah sangat intens dan setara dengan rokok. Terutama di kawasan Eropa. Kalau Anda mengambil asuransi perjalanan ke luar negeri, maka harus mempertimbangkan hal ini juga. Biar aman dan tidak menanggung biaya lebih.

Soalnya asuransi perjalanan tidak menjamin dan tidak mau berkompromi dengan alkohol maupun obat terlarang. Akibatnya, ketika Anda melanggar ketentuan tersebut, maka pihak penyedia asuransi tidak akan memberikan perlindungan ketika Anda mengalami kecelakaan, sakit parah ketika perjalanan, dan lainnya.

  1. Tidak Menyertakan Kondisi Kesehatan

Proses penyertaan kondisi kesehatan adalah ketika masa pendaftaran. Penyedia asuransi tidak akan memberikan perlindungan ketika Anda tidak menyertakan kondisi kesehatan. Rugi, kan? Bahkan ketika Anda tengah dirawat di rumah sakit, tetap wajib menyertakan kondisi kesehatan Anda. Bisa lewat surat keterangan dari rumah sakit. Bisa pula dengan cara lain.

Pastikan semuanya beres ketika Anda tengah mengurus asuransi perjalanan terbaik. Jangan lupa sertakan pula berbagai aktivitas selama masa perjalanan yang akan Anda lakukan. Catat dengan detail. Besaran biaya premi tergantung sebanyak apa hal-hal yang ingin dilindungi. Jadi tidak ada komplain saat Anda menemukan kejanggalan nantinya.