5 Gangguan terhadap Tumbuh Kembang Anak yang Harus Disadari

Gangguan terhadap Tumbuh Kembang Anak yang Harus Disadari
Gangguan terhadap Tumbuh Kembang Anak yang Harus Disadari

Melihat anak-anak tumbuh sehat merupakan dambaan setiap orang tua. Dalam melihat tumbuh kembang anak, sebaiknya Anda juga menyadari berbagai gangguan yang mungkin bisa terjadi. Tujuannya untuk mencegah gangguan itu berkembang menjadi sulit diatasi. Inilah beberapa gangguan yang mungkin timbul saat anak mengalami pertumbuhan.

  1. Congenital

Gangguan ini pada umumnya ditandai dengan adanya anggota tubuh yang tidak terbentuk dengan baik. Malformasi tubuh ini terjadi pada waktu ibu hamil. Sejauh ini belum ada yang bisa memberikan solusi terhadap gangguan semacam ini. Akibat yang ditimbulkan akan terbawa hingga sang bayi dilahirkan.

Gangguan congenital akan menghambat pertumbuhan lain pada bayi. Misalnya pada syaraf motorik dan sensorik yang menyasar pada otak serta mobilitas tubuh. Kadang-kadang-kadang hal ini justru menimbulkan stereotip di kalangan masyarakat dengan dugaan-dugaan yang tidak ilmiah. Semisal diganggu jin, melanggar pantangan saat hamil, dan sebagainya.

  1. Autis

Gangguan ini seringkali diacuhkan oleh beberapa orang. Autis seringkali ditemukan pada anak-anak. Namun ketika beranjak dewasa, gangguan ini bisa pudar, asalkan si anak mendapatkan penghargaan diri yang tinggi. Seorang anak yang mengalami kendala ini akan merasa kesulitan saat berbaur dengan orang lain.

Bagaimana tanda-tanda anak yang terkena autis? Pertama, tingkat responsnya pada lingkungan cenderung rendah. Kedua, daya pikirnya lambat, khususnya pada waktu dia ada di tempat umum. Namun ketika menyepi, pikiran normal kembali. Ketiga, tingkah-lakunya berbeda dengan lainnya dan sering melakukan hal-hal tanpa tujuan yang pasti.

  1. Mental Retardasi

Mental Retardasi seringkali disebut dengan istilah keterbelakangan mental. Daya serapnya cenderung lebih rendah dari anak-anak seusianya. Bukan hanya soal intelektualnya, tetapi juga perilaku. Soalnya perilaku manusia pada umumnya memang merupakan penggerak dari apa yang dipikirkannya.

Cara agar bisa menaikkan daya intelektualnya bisa dengan mengikuti iramanya. Barangkali bagi dia, manusia biasa bergerak dan berpikir terlalu cepat. Maka, mau tidak mau Anda juga harus menyesuaikan keadaannya. Kadang-kadang mental retardasi juga disebabkan oleh gagalnya pembentukan diri oleh orang tua pada anaknya.

  1. Tubuh Pendek

Seringkali gangguan ini disebut dengan istilah “kerdil”. Sebetulnya tidak perlu dibesar-besarkan. Toh, anak yang lebih besar juga belum tentu lebih baik dari anak yang mengalami gangguan ini. Meskipun begitu, rupanya gangguan ini juga bisa disebabkan oleh kurangnya asupan gizi sejak bayi.

Hal itu menimbulkan alur pertumbuhannya jadi kurang lancar. Bisa pula terjadi karena kelainan kromosom yang selama ini menjadi pendukung makhluk hidup untuk terus tumbuh. Bisa pula karena penyakit sistemik yang disebabkan oleh kelainan endokrin. Kerja endokrin berada pada sel-sel darah merah dan juga limfa

  1. Speech Delay

Sesuai dengan namanya, speech delay merupakan gangguan yang ditandai dengan keterlambatan bicara pada anak. Gangguan ini menyebabkan jadi sulit berbicara dibandingkan dengan anak sebayanya. Hal ini disebabkan oleh lambatnya syaraf motorik pada tubuh. Ketika dibiarkan bisa menjalar pada bagian tubuh lainnya.

Cara mengatasi gangguan ini bisa dengan teknik-teknik pengucapan yang berbeda. Misalnya dengan cara menggunakan bahasa tubuh untuk menunjuk objek tertentu. Bisa pula dengan berlatih bicara dengan huruf konsonan. Setelah dirasa cukup latihan, cobalah ajak komunikasi hingga dia benar-benar bisa bicara sendiri.

Sebagian gangguan di atas sebetulnya bisa diatasi dengan perhatian lebih. Namun khusus untuk gangguan conginetal memang belum ditemukan solusinya oleh para ahli. Biar tumbuh kembang anak lancar, banyak-banyaklah menerapkan pola hidup sehat, termasuk pola tidur, olahraga, dan juga pola makan tentunya.